Salah satu elemen kunci yang mempengaruhi kesuksesan awal dan berkelanjutan dari sebuah usaha adalah modal. Modal yang cukup sangat penting karena memberikan kekuatan bagi pertumbuhan dan keberlangsungan usaha tersebut. Modal juga diperlukan untuk membiayai operasional awal bisnis, termasuk pembelian peralatan, pembayaran sewa tempat usaha, pembelian bahan baku, mengurus perizinan, dan gaji karyawan. Tanpa modal yang cukup, bisnis mungkin kesulitan untuk menjalankan operasionalnya.
Dengan kata lain, jika tidak dapat dengan baik, maka akan cepat habis yang menyebabkan bisnis sulit dikembangkan karena keterbatasan modal. Keterbatasan modal dalam menjalankan usaha memanglah hal yang lumrah ditemui, tetapi jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus akan menyebabkan usaha gulung tikar alias bangkrut. Oleh karena itu, sangat penting memahami dan menerapkan cara mengelola modal usaha dengan baik agar dapat membantu bisnis Anda mendapatkan banyak keuntungan dan terus berkembang. Lantas, bagaimana cara mengelola modal usaha agar tidak cepat habis? Simak penjelasannya
Perencanaan keuangan yang matang adalah kunci dalam mengelola modal usaha dengan baik. Sebelum membuka usaha, penting untuk membuat anggaran yang rinci yang mencakup semua biaya awal dan biaya operasional bulanan yang diperlukan. Hal ini membantu dalam memperkirakan seberapa besar modal yang diperlukan dan bagaimana sumber daya tersebut akan dialokasikan. Caranya adalah dengan mencatat modal awal yang dibutuhkan dan segala bentuk arus pengeluaran uang baik dalam jumlah besar atau kecil. Jangan lupa untuk memberikan keterangan pada setiap arus kas masuk ataupun keluar. Dengan begitu, maka Anda akan tahu ke mana saja modal usaha tersebut digunakan.
Lakukan pencatatan terkait biaya yang harus dikeluarkan dalam periode waktu tertentu, dengan begitu Anda dapat mengalokasikan biaya dengan tepat tanpa ada kekurangan yang terlewat. Budgeting secara rutin juga akan membuat pengeluaran biaya dari bisnis Anda lebih terkendali.
Kedua komponen ini menjadi bagian dari laporan keuangan yang bisa membantu Anda mengelola keuangan bisnis. Dalam hal ini Anda harus mencatat semua bentuk transaksi yang disertai dengan bukti untuk menghindari permasalahan dalam pengeluaran modal. Catatlah semua jenis pengeluaran yang dilakukan dari jumlah paling kecil sampai besar. Dengan ini Anda dapat memantau pengeluaran bisnis secara teratur untuk mengevaluasi apakah pengeluaran tersebut memberikan hasil yang diharapkan. Tinjau kembali anggaran Anda secara berkala dan identifikasi area di mana Anda dapat menghemat atau mengalokasikan dana dengan lebih efisien. Ini memungkinkan Anda untuk mengelola modal usaha dengan lebih baik dan mencegah pemborosan.
Saat mengelola modal usaha penting untuk membuat daftar prioritas pengeluaran yang penting. Jika pengeluaran biaya bersifat mendesak dan penting, segera lakukan pembayaran. Begitu sebaliknya, jika ada pengeluaran yang sifatnya kurang mendesak lebih baik ditunda terlebih dahulu. Dengan ini, Anda bisa meminimalisir jumlah pengeluaran agar modal usaha tidak habis begitu saja. Identifikasi kebutuhan utama bisnis Anda seperti pembelian inventaris, biaya sewa tempat usaha, gaji karyawan, dan biaya pemasaran. Hindari pengeluaran yang tidak penting yang tidak memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda. Sebagai contoh jika Anda adalah pemilik usaha coffee shop, maka pastikan untuk membeli bahan baku biji kopi, gula, susu, dan lainnya dalam jumlah yang sesuai.
Membuat rekening usaha yang terpisah dengan rekening pribadi akan membantu Anda dalam mencatat pengeluaran dan pemasukkan dengan terperinci. Ini akan menghindari biaya tercampur antara dana pribadi dan modal usaha yang nantinya akan mempersulit Anda dalam mengelola arus kas. Selain itu, pendapatan pribadi Anda tidak akan terganggu dengan biaya operasional bisnis karena sudah memiliki rekening yang terpisah. Jadi penting untuk membuat rekening usaha khusus untuk menampung kas sehingga ada masalah keuangan kedepannya, uang pribadi Anda tidak bercampur aduk dengan modal usaha.
Laporan laba rugi akan membantu Anda mengetahui berapa banyak keuntungan atau kerugian yang dialami oleh bisnis dalam jangka waktu tertentu. Dengan begini, Anda juga akan mengetahui kondisi finansial bisnis yang dijalankan. Jika terdapat kerugian yang cukup banyak, Anda dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut. Keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat dikelola dengan baik. Dengan memperhatikan aspek budgeting yang tepat, Anda dapat memanfaatkan laba atau keuntungan untuk hal yang bermanfaat bagi keberlangsungan bisnis, seperti pembelian aset baru, renovasi jika diperlukan, pembayaran pinjaman bunga rendah, dan untuk pengembangan bisnis.
Salah satu cara untuk mengelola modal usaha dengan lebih baik adalah dengan meningkatkan arus kas. Ini dapat dicapai melalui berbagai strategi seperti meningkatkan penjualan, mengoptimalkan proses pengumpulan piutang, mengurangi biaya operasional, atau meninjau kembali kebijakan pembayaran supplier.
Jika modal usaha Anda cepat habis, pertimbangkan sumber pendanaan alternatif seperti pinjaman usaha, modal ventura, atau investasi dari mitra atau investor. Namun, pastikan untuk mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari setiap sumber pendanaan, termasuk biaya bunga atau persentase kepemilikan yang harus Anda berikan kepada pihak lain.
Dalam kesimpulannya, modal bukan hanya merupakan "bahan bakar" untuk memulai bisnis, tetapi juga merupakan kunci untuk membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Dengan modal yang memadai, peluang untuk mencapai kesuksesan dalam dunia kewirausahaan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, penting bagi para calon pengusaha untuk merencanakan dengan cermat dan memastikan bahwa mereka memiliki modal yang memadai sebelum memulai usaha.
Jika Anda sedang berencana untuk menjalankan bisnis, perlu adanya perencanaan yang matang bukan hanya dari keterampilan yang memadai tetapi juga besaran modal yang dibutuhkan. Modal usaha bisa Anda dapatkan dari tabungan pribadi atau pinjaman dari pihak ketiga. Anda juga dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman yang disediakan oleh bank di Indonesia untuk berbagai kepentingan, mulai dari keperluan sehari-hari, modal usaha, biaya pendidikan, hingga biaya renovasi rumah. Dalam memilih jenis pinjaman untuk modal usaha diperlukan riset mendalam dan konsultasi agar proses pembiayaan terjamin keamanannya.
Loan Market sebagai financial aggregator pertama di Indonesia menyediakan jasa konsultasi mengenai pinjaman kredit modal usaha. Loan Market menawarkan jaringan eksklusif dengan berbagai partner baik dari perbankan, multifinance, fintech, dan koperasi untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan skema pinjaman yang tepat. Loan market sudah tercatat di OJK sejak 2019 berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat, membandingkan penawaran dari 27 lembaga keuangan terpercaya, menyediakan layanan konsultasi untuk membantu membuat keputusan finansial yang tepat.
04 November 2024
Berinvestasi berarti menempatkan uang atau aset dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Langkah ini dianggap krusial untuk membangun kekayaan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
04 November 2024
Refinancing menggunakan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) mobil sebagai jaminan dalam pembiayaan menjadi alternatif yang banyak dipilih dan digunakan untuk menghadapi situasi keuangan yang mendesak. Jaminan BPKB mobil ini dianggap sebagai solusi yang cepat dan praktis bagi yang memerlukan dana darurat untuk berbagai kebutuhan. BPKB mobil adalah dokumen resmi yang menjadi bukti sah kepemilikan mobil. Melalui skema pembiayaan ini, pemilik kendaraan dapat menjaminkan BPKB kepada lembaga keuangan untuk memperoleh pinjaman.
26 September 2024
Banyak diantara Anda yang ingin memiliki rumah sendiri tapi terkendala dengan biaya, dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat menjadi pilihan Anda. Dengan KPR pun anak muda juga dapat memiliki rumah sendiri.