Huru-Hara KPR 35 Tahun untuk Gen Z, Apa Saja Kekurangan dan Kelebihannya?

25 January 2024 15:30 By Reyza

loan market artikel image

Memasuki usia dewasa, Gen Z seringkali dianggap sebagai generasi yang penuh ambisi dalam segala hal. Keinginan untuk setara dengan pencapaian orang lain mendorong generasi ini untuk terus berkembang, baik dari segi akademis, karir, hingga finansial. Salah satu ambisi Gen Z masa kini adalah keberhasilan untuk mempunyai rumah sendiri sebagai bentuk keberhasilan karir dan finansial yang telah dilewati. Dalam menjawab kebutuhan perumahan generasi tersebut, muncul wacana mengenai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 35 Tahun sebagai solusi yang menarik. 

Pemerintah tengah menggodok kebijakan baru terkait skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 35 Tahun yang diusulkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). KPR adalah jenis pinjaman yang disediakan oleh bank atau lembaga keuangan kepada individu untuk memiliki rumah. Dengan tenor 35 tahun, KPR memberikan waktu yang relatif panjang bagi peminjam untuk melunasi cicilan tagihan. 

Skema KPR 35 Tahun mendapat respon positif dari Winang Budoyo selaku Chief Economist Bank BTN yang menilai bahwa program tersebut akan mendongkrak sisi permintaan (demand) karena nasabah akan mencicil dengan biaya yang lebih rendah. Program ini juga dapat memberikan kesempatan bagi Gen Z untuk memiliki hunian sendiri asalkan mendapat dukungan dari bank untuk menyediakan pembiayaan.

"Kami melihat opsi suku bunga berjenjang akan menguntungkan bagi pihak nasabah dan bank. Karena secara historis, kemampuan nasabah cenderung akan naik seiring berjalannya waktu," ujar Winang dikutip dari Merdeka.com, Senin (22/01/2024). Winang juga mengusulkan skema bunga berjenjang yang artinya suku bunga akan mengalami kenaikan secara bertahap pada kurun waktu 10 tahun. Alasannya adalah karena kondisi perekonomian Gen Z sebagai sasaran nasabah utama akan meningkat dibandingkan saat pertama kali mengambil KPR.

Selain Winang, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu juga mendukung penuh rencana pemerintah terkait skema KPR 35 Tahun. Nixon mengatakan bahwa skema ini akan menjadi solusi yang mempermudah dan meringankan cicilan masyarakat yang ingin memiliki rumah. Menurutnya, skema tersebut akan mempermudah sekaligus meringankan cicilan masyarakat yang ingin memiliki rumah, sekaligus untuk investasi masa depan.  

Keputusan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 35 Tahun menjadi pertimbangan serius bagi Generasi Z yang tengah bercita-cita memiliki rumah. Meskipun menawarkan keleluasaan dalam pembayaran bulanan, skema ini juga memiliki keuntungan dan kekurangan yang perlu diperhatikan dengan cermat. Berikut adalah analisis mendalam mengenai keuntungan dan kekurangan skema KPR 35 Tahun bagi Generasi Z.

 

Keuntungan

  1. Tenor yang Panjang

Gen Z akan terbantu dengan tenor pembayaran dalam jangka waktu yang panjang dan biaya cicilan yang dapat disesuaikan dengan pendapatan bulanan. KPR 35 Tahun memberikan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang dibandingkan dengan tenor KPR pada umumnya, yang sering kali berkisar antara 15 hingga 30 tahun. Jangka waktu yang lebih panjang dapat mengurangi besarnya angsuran bulanan, membuatnya lebih terjangkau bagi banyak peminjam. Skema KPR 35 Tahun memberikan Generasi Z dapat memberikan keleluasaan dalam mengelola anggaran bulanan, khususnya bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja dan mungkin memiliki keterbatasan finansial.

  1.  Angsuran Bulanan yang Lebih Rendah

Dengan jangka waktu yang lebih lama, angsuran bulanan KPR 35 Tahun cenderung lebih rendah. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Gen Z untuk mengelola anggaran keuangan dan memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajiban pembayaran dengan lebih mudah. Dengan tenor yang lebih panjang, angsuran bulanan KPR 35 Tahun dapat menjadi lebih terjangkau bagi Generasi Z yang mungkin masih dalam tahap pembentukan karir dan penghasilan. Angsuran yang terjangkau dapat memberikan stabilitas finansial dan memungkinkan mereka untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.

  1. Memfasilitasi Pemilik Rumah Muda

Skema ini memfasilitasi pemilik rumah muda dengan memberikan akses lebih besar ke pembiayaan rumah. Hal ini memungkinkan mereka untuk memasuki pasar perumahan lebih awal dalam hidup mereka.

 

Kekurangan

  1. Menanggung Risiko Kredit yang Lebih Lama

Skema pembayaran dengan tenor yang panjang di sisi lain membuat Gen Z akan semakin lama menanggung beban kredit. Justru hal ini mungkin akan menjadi hal yang tidak menguntungkan, terlebih jika mengajukan KPR di masa pensiun. "Terlebih jika konsumen sudah memasuki masa pensiun namun masih menanggung beban KPR," ujar Kepala Ekonom Bank Permata, Josua yang dikutip dari Merdeka.com, Senin (22/01/2024).  Hal juga ramai jadi perbincangan di media sosial, seperti cuitan di kolom komentar pada unggahan di akun Instagram @folkative pada Rabu, 17 Januari 2024 lalu.

 

“Ini mah seumur hidup dililit utang :(“ tulis akun @boycandra dalam kolom komentar pada Jumat (17/01/2024)

Akun lain menanggapi dengan komentar bernada sarkas seperti “Bisa dianggap kredit seumur hidup”, kemudian komentar lainnya juga menuliskan “Setengah hidup buat bayar cicilan hahahaha”

 

  1. Usia Calon Debitur

Pihak pemerintah dan perbankan atau lembaga keuangan lain perlu mempertimbangkan untuk memperhatikan usia calon debitur saat hendak melakukan akad KPR. Hal ini untuk memastikan kesediaan dan kemampuan mereka untuk melunasi KPR hingga akhir. Keresahan ini juga dialami oleh banyak warganet yang khawatir tidak mampu melunasi KPR hingga akhir hayat.

“KPR 35 tahun, kayak nyampe aja umurnya 🙁” Cuitan dari akun X @shiintiap, Jumat (19/01/2024) 

 

  1. Penalti Bagi yang Melunasi KPR Sebelum Tenor Berakhir

Mungkin Anda merasa lega jika dapat melunasi tagihan KPR dengan cepat, tapi jangan senang dulu. Sama seperti skema KPR lainnya, jika Anda melunasi KPR sebelum masa tenor berakhir akan dikenakan penalti atau biaya penebusan awal (early repayment penalty). Bank atau lembaga keuangan meminjamkan uang dengan akan mendapatkan keuntungan lebih kecil jika peminjam membayar lunas lebih awal.

 

  1. Ketentuan Bunga 

Meskipun angsuran bulanan lebih terjangkau, total biaya bunga yang dibayar selama 35 tahun dapat lebih tinggi. Hal ini menjadi pertimbangan karena sebagian besar pembayaran awal akan digunakan untuk membayar bunga. Dengan keputusan jangka panjang ini pemerintah perlu menegaskan skema bunga yang diterapkan, apakah tetap atau dapat meningkat pada periode waktu tertentu. Apabila bunga yang ditetapkan mengalami peningkatan rutin dalam kurun waktu yang disepakati, maka hal ini tentu akan membuat biaya tagihan lebih banyak.

 

Skema KPR 35 Tahun dapat menjadi pilihan yang menarik bagi Generasi Z yang bercita-cita memiliki rumah sendiri. Dengan melihat potensi dan pertimbangan yang cermat, Generasi Z dapat menjalani proses kepemilikan rumah dengan lebih terencana dan terjangkau, membawa mereka satu langkah lebih dekat untuk mewujudkan impian memiliki rumah yang mereka sebut sebagai "rumah sendiri". Skema KPR 35 Tahun dapat memberikan keuntungan signifikan bagi Generasi Z yang ingin memiliki rumah sendiri. Namun, keputusan untuk mengambil KPR dengan tenor panjang juga harus disertai dengan pemahaman mendalam tentang risiko dan tanggung jawab finansial jangka panjang. 

Itu berarti, pemerintah harus bisa memastikan bahwa program ini memang benar-benar memberikan solusi bagi Gen Z yang berkeinginan memiliki hunian pribadi. Skema cicilan KPR 35 Tahun harus dibuat dengan terjangkau dan fleksibel agar Gen Z mampu menyesuaikan dengan kondisi keuangannya. Pemerintah juga perlu membuat kebijakan yang jelas mengenai penerapan suku bunga dan target masyarakat yang diperbolehkan mengajukan KPR 35 Tahun agar tidak disalahgunakan. 

Yang terpenting bagi Anda yang berniat mengajukan KPR, pastikan memiliki pemahaman yang baik. Loan Market sebagai financial aggregator pertama di Indonesia menyediakan jasa konsultasi mengenai pengajuan hingga keperluan terkait berbagai macam jenis kredit dan pinjaman. Loan Market menawarkan jaringan eksklusif dengan berbagai partner baik dari perbankan, multifinance, fintech, dan koperasi untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan skema pinjaman yang tepat. Loan market sudah tercatat di OJK sejak 2019 berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang akurat, membandingkan penawaran dari 27 lembaga keuangan terpercaya, menyediakan layanan konsultasi untuk membantu membuat keputusan finansial yang tepat. 

 


Artikel dan Berita Lainnya